TikTokers asal Pontianak, Riezky Kabah, baru-baru ini menuai kontroversi rajamahjong slot setelah mengunggah konten yang dianggap menghina profesi guru. Dalam video yang diunggah melalui akun TikTok @riezky.kabah, Riezky menuduh bahwa semua guru adalah koruptor dan mengajak masyarakat untuk tidak lagi menghormati profesi tersebut. Konten ini segera memicu reaksi keras dari berbagai pihak, terutama komunitas pendidikan dan netizen.
Reaksi dari Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI)
Pengurus Pusat Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (PP AGSI) menerima slot Olympus desakan dari Pengurus AGSI Provinsi Jawa Tengah untuk melaporkan Riezky Kabah ke Kepolisian Republik Indonesia atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Ketua AGSI Jawa Tengah, Heni Purwono, menyatakan bahwa unggahan Riezky mengandung generalisasi negatif terhadap profesi guru dan melecehkan martabat mereka. Heni menegaskan bahwa banyak guru yang berdedikasi tinggi dan bahkan rela berkontribusi finansial untuk kepentingan siswa dan sekolah. Oleh karena itu, konten yang menggeneralisasi semua guru sebagai koruptor dianggap sangat merugikan citra pendidik.
Tanggapan dari Komunitas Pendamping dan Pengayom Pendidikan (KP3)
Komunitas Pendamping dan Pengayom Pendidikan (KP3) juga bereaksi terhadap konten tersebut dengan berencana melaporkan akun TikTok @riezky.kabah ke aparat penegak hukum. Sekretaris KP3, Agus M Yasin, menilai bahwa pernyataan dalam video tersebut tidak berdasar dan merugikan para tenaga pendidik. Agus menekankan pentingnya penegakan hukum untuk memberikan efek jera bagi pelaku dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
Langkah Hukum oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kalimantan Barat mengambil langkah hukum dengan melaporkan Riezky Kabah ke Polda Kalimantan Barat. Laporan ini didasarkan pada dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Riezky melalui kontennya yang menghina profesi guru. Pihak kepolisian telah menerima laporan tersebut dan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Bayu Suseno, menyatakan bahwa laporan ini akan ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Reaksi Netizen dan Dampak Sosial
Konten kontroversial yang dibuat oleh Riezky Kabah tidak hanya memicu reaksi dari komunitas pendidikan, tetapi juga dari netizen secara luas. Banyak pengguna media sosial yang mengecam tindakan Riezky dan menganggapnya sebagai upaya mencari sensasi dengan cara yang tidak etis. Beberapa netizen khawatir bahwa konten semacam ini dapat mempengaruhi persepsi generasi muda terhadap profesi guru dan dunia pendidikan secara keseluruhan. Selain itu, penyebaran informasi yang tidak akurat dan tendensius berpotensi menimbulkan ketegangan antara tenaga pendidik dan masyarakat.
Pentingnya Etika dalam Bermedia Sosial
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya etika dalam bermedia sosial. Kebebasan berekspresi harus disertai dengan tanggung jawab untuk tidak menyebarkan informasi yang dapat merugikan pihak lain atau menimbulkan konflik di masyarakat. Pengguna media sosial diharapkan lebih bijak dalam membuat dan membagikan konten, serta mempertimbangkan dampak dari setiap unggahan yang dibuat.
Kesimpulan
Kontroversi yang dipicu oleh konten TikTok Riezky Kabah menunjukkan betapa sensitifnya isu yang berkaitan dengan profesi guru dan dunia pendidikan. Reaksi keras dari berbagai pihak menegaskan bahwa masyarakat tidak mentolerir penghinaan terhadap profesi mulia ini. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghargai peran guru dan menjaga etika dalam bermedia sosial.